DAMPAK BANJIR BANDANG
Banjir bandang adalah banjir besar yang terjadi secara tiba tiba dan berlangsung hanya sesaat. Banjir bandang umumnya terjadi dari hasil curah hujan yang berintensitas tinggi dengan durasi (jangka waktu) pendek yang menyebabkan debit sungai naik secara cepat. Dari sekian banyak kejadian sebagian besar diawali adanya longsoran daribagian hulu sungai, kemudian material longsoran dan pohon-pohon menyumbat sungai. Penyebab timbulnya banjir bandang, selain curah hujan adalah kondisi geologi, marfologi, dan tutupan lahan (Yulaelawati, 2008 : 11). Dan merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia.

Dampak dari banjir bandang:
a. Luka-luka
b. Dampak terhadap kesehatan
Dampak terhadap kesehatan. Sesudah terjadi, banjir dapat menjadi wabah penyakit menular yang berasal dari tempat-tempat pembuangan limbah atau tempat-tempat penbungan sampah yang terbuka, akan mencemarkan air dan makan yang ada di daerah tersebut. Bakteri akan menular melaluai air yang tercemar oleh banjir. Air banjir membawa bakteri, virus, parasit, dan bibit penyakit menular lainnya. Akibat penyebaran bakteri, virus, parasit, dan bibit penyakit menular lainnya dapat menyebabkan diare dan penyebaran penyakit-penyakit lain yang disebabkan oleh nyamuk seperti malaria dan demam berdarah.
Data kependudukan menyebutkan banyaknya masalah kesehatan yang dialami masyarakat pasca mengalami banjir. Diantaranya diare, ISPA, pneumonia, penyakit kulit, mata, dan gastritis.
c. Ekonomi
Dampak banjir terhadap ekonomi. Banjir pun dapat mengakibatkan dampak ekonomis bagi daerah atau tempat-tempat yang mengalaminya. Bajir dapat merusak semua fasilitas dan keadaan yang ada di daerah atau tempat yang terjadi banjir sehingga membutuhkan biaya yang banyak untuk perbaikan kerusakan yang terjadi, bajir pun dapat menyebabkan kelangkaan bahan makan akibat kerusakan yang ditimbulkan misalnya kerusakan jalur transportasi sehingga daerah yang terkena banjir sulit dijangkau.
d. Pengungsi
Akibat yang terjadi setelah banjir ialah meningkatnya jumlah pengungsi yang dikarena tempat tinggal mereka terendam banjir.
e. Kerugian material
Akibat bencana banjir, bangunan-bangunan akan rusak atau hancur yang disebabkan oleh daya terjang air banjir, terseret arus, daya kikis genangan air, longsornya tanah di seputar/di bawah pondasi, tertabrak/terkikis oleh benturan dengan benda-benda berat yang terseret arus. Kerugian fisik cenderung lebih besar bila letak bangunan dilembah-lembah pegunungan dibanding di dataran rendah terbuka. Banjir dadakan akan menghantam apa saja yang dilaluinya (Sebastian, 2008)
f. Gangguan jiwa (cemas, depresi hingga gangguan stres pasca trauma)
Akibat yang ditimbulkan dari dampak kejiwaan untuk anak-anak menurut Benseller (2005), ia menyatakan bahwa anak-anak yang mengalami trauma psikis bila tidak ditangani dengan baik dapat mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) atau gangguan stress yaitu gangguan psikologis yang disebabkan oleh pengalaman ikut menyaksikan atau mengalami langsung peristiwa yang mengerikan.
g. Meninggal dunia
REFERENSI
Arista,afria. 2007. HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK UMUR, JENIS KELAMIN, PENDIDIKAN, PEKERJAAN DENGAN TIMBULNYA DEPRESI (STUDI PADA PENGUNGSI BANJIR BANDANG DI LAPANGAN GAPLEK DESA SUCI KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER TAHUN 2006). UNEJ Digital Repository. Universitas Jember.
http://www.mpbi.org/files/pustaka/2007-idep-oxfam_03-banjir.pdf
(www.journal.undip.ac.id 1837_CHAPTER_2)
0 komentar:
Posting Komentar