Senin, 26 September 2016

Pengertian Kehamilan

Pengertian Kehamilan


Pengertian Kehamilan - Kehamilan adalah suatu momen yang selalu ditunggu oleh setiap pasangan suami istri.

nah, pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang Pengertian Kehamilan

A. Definisi kehamilan

Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. 

Kehamilan tebagi dalam 3 trimester, di mana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40).

Untuk melakukan asuhan antenatal yang baik, diperlukan pengetahuan dan kemampuan untuk mengenali perubahan fisiologik yang terkait dengan proses kehamilan. Perubahan tersebut mencakup perubahan produksi dan pengaruh hormonal serta perubahan tersebut mencakup perubahan anatomik dan fisiologik selama kehamilan. 

Pengenalan dan pemahaman tentang perubahan fisiologik tersebut menjadi modal dasar dalam mengenali kondisi patologik yang dapat mengganggu status kesehatan ibu ataupun bayi yang dikandungnya. Dengan kemampuan tersebut, penolong atau petugas kesehatan dapat mengambil tindakan yang tepat dan perlu untuk memperoleh luaran yang optimal dari kehamilan dari kehamilan dan persalinan.

B. Diagnosis kehamilan

Tanda – tanda  kehamilan
1) Untuk dapat menegakkan diagnosis kehamilan ditetapkan dengan penilaian terhadap beberapa tanda dan gejala hamil:

• Amenorea (terlambat datang bulan)
- konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel de Graaf dan ovulasi.
- mengetahui tanggal haid terakhir dengan perhitungan rumus Nacgle dapat ditentukan perkiraan persalinan.
• Mual (nausea) dan muntah (emesis)
- pengaruh esterogen dan progesteron terjadi pengeluaran asam yang berlebihan
- menimbulkan mual dan muntah terutama pagi hari yang disebut morning sickness.
- dalam batas yang fisiologis keadaan ini dapat diatasi.
- akibat mual dan muntah, nafsu makan berkurang.

• Ngidam
Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, keinginan yang demikian disebut ngidam.

• Sinkope atau pingsan
Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan sinkop atau pingsan. Keadaan ini menghilang setelah umur hamil 16 minggu.

• Payudara tegang
- Pengaruh esterogen-progesteron dan somatomamotropin menimbulkan deposit lemak, air, dan garam pada payudara.
- Payudara membesar dan tegang.
- Ujung saraf tertekan menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama.

• Sering miksi
- desakan rahim ke depan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering miksi.
- Pada triwulan kedua sudah mengihilang.

• Konstipasi atau obstipasi
- Pengaruh progesteron dapat mengambat peristaltik usus menyebabkan kesulitan untuk buang air besar.

• Pigementasi kulit
a. sekitar pipi: Chloasma gravidarum. Keluarnya melanophore stimulating hormone hipofisis anterior menyebabkan pigmentasi kulit
b. dinding perut: striae lividae, striae nigra, linea alba makin hitam.
c. sekitar payudara: hiperpigmentasi aerola mamae, puting susu menonjol, kelenjar montgomery menonjol, pembuluh darah menifes sekitar payudara.

• Epulis
- hipertrofi gusi disebut epulis dapat terjadi bila hamil

• Varices atau penampakan pembuluh darah vena
- karena pengaruh dari esterogen dan progesteron terjadi penampakan pembuluh darah vena, terutama bagi mereka yang mempunyai bakat.
- penampakan pembuluh darah ini terjadi di sekitar genitalia eksterna, kaki dan betis, dan payudara.
- penampakan pembuluh darah ini dapat menghilang setelah persalinan.

2) Tanda tidak pasti kehamilan:
• Rahim membesar, sesuai dengan tuanya usia kehamilan.

• Pada pemeriksaan dalam dijumpai: tanda hegar, tanda chadwicks, tanda piscaseck, kontraksi braxton hicks, teraba ballotement.

• Pemeriksaan tes biologis kehamilan positif: sebagian kemungkinan positif palsu

3) Tanda pasti kehamilan:
• Gerakan janin dalam rahim
- terlihat/teraba gerakan janin
- teraba bagian – bagian janin

• Denyut jantung janin
- didengar dengan stetoskop Laenec, alat kardiotokografi, alat Doppler
- dilihat dengan ultrasonografi
- pemeriksaan dengan alat canggih, yaitu rontgen untuk melihat kerangka janin, ultrasonografi.

Uji hormonal kehamilan

Uji kehamilan didasarkan pada adanya produksi korionik gonadotropin (hCG) oleh sel-sel sinsisiotrofoblas pada awal kehamilan. Hormon ini disekresikan ke dalam sirkulasi ibu hamil dan di ekskresikan melalui urin. 

Human Chorionoc Gonadotropin (hCG) dapat dideteksi pada sekitar 26 hari setelah konsepsi dan peningkatan ekskresinya sebanding meningkatnya usia kehamilan diantara 30-60 hari. Produksi puncaknya adalah pada usia kehamilan 60 – 70 hari dan kemudian menurun secara bertahap menetap hingga akhir kehamilan setelah usia kehamilan 100 – 130 hari.

Pemeriksaan kuantitatif hCG cukup bermakna bagi kehamilan. Kadar hCG yang rendah ditemui pada kehamilan ektopik dan abortus imiens. Kadar yang tinggi dapat dijumpai pada kehamilan majemuk, mola hidatidosa, atau korio karsinoma. Nilai kuantitatif dengan pemeriksaan radio immunoassay  dapat membantu untuk menentukan usia kehamilan. Aschheim dan Zondek telah menggunakan uji kehamilan dengan penanda hCG sejak tahun 1920. 

Uji biologik ini menggunakan hewan (katak, tikus, kelinci) yang kemudian disuntik dengan serum atau urin perempuan yang diduga hamil untuk melihat reaksi yang terjadi pada ovarium atau testis hewan percobaan tersebut. Prinsip uji biologik penanda hCG selanjutnya dikembangkan dengan cara mengambil antiserum hCG dari hewan yang telah memproduksi antibodi hasil stimulasi dengan hCG (protein dengan sifat antigenik). 

Bila urin diteteskan ke antiserum, maka terjadi mediasi aktivitas  anti serum untuk bereaksi dengan partikel lateks yang dilapisi dengan hCG (latex particle agglutination inhibition test). Pada perempuan yang tidak hamil, tidak terjadi netralisasi antibodi sehingga terjadi aglutinasi.

Karena hCG mempunyai struktur yang mirip dengan hormon luteinisasi (Luteinizing Hormone/LH), maka dapa terjadi reaksi silang masing – masing antibodi terhadap masin – masing hormon. Untuk menghindari hal tersebu, maka dilakukan pmbatasan terhadap sensitivitas jumlah maksimum atau internasional unit hormon yang akan diperiksa.

False negative uji imunologik kehamilan terjadi akibat pengujian yang terlalu dini (di bawah 6 minggu, dihitung dari hari pertama haid terakhir) atau terlalu lama ( di atas 18 – 20 minggu kehamilan). False positive terjadi pada 5% dari keseluruhan uji kehamilan dan hal ini terjadi pada perempuan dengan proteinuria yang masif, menjelang menopaus (peningkatan hormon gonadotropin dan penurunan fungsi ovarium), dan reaksi silang hormon gonadotropin. Karena akurasi pemeriksaan hCG adalah 95 – 98% dan tidak spsifik untuk kehamilan, maka uji hormonal kehamilan tidak digolongkan sebagai tanda pasti kehamilan.

Pemeriksaan spesimen darah dengan radioimmunoassay dapat dikhususkan untuk rantai glikoprotein subunit beta (β subunits) yang dianggap spesifik dengan kehamilan. Dengan metode ini, adanya hCG dapat dideteksi sejak 1 minggu setelah konsepsi. 

Pengujian ini dilengkapi dengan informasi tentang usia kehamilan dan ingkat sensitivitas yang dipakai oleh pmbuat perangkat atau instrumen uji kehamilan. Walau cara pengujian ini dianggap sangat akurat, tetapi tidak 100% sempurna.

Metode terbaru pengujian hCG subunit β adalah Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Cara ini akan mengabsorbsi antibodi monoklonal hCG subunit β dengan hasil yang sangat sensitif, tingkat spesifitas yang tinggi dalam waktu yang relatif singkat, tidak membutuhkan biaya tinggi dan mudah dilakukan. 

Terimakasih karena telah membaca Pengertian Kehamilan

0 komentar:

Posting Komentar